Kota Sukabumi, Jawa Barat 0266219092
Merubah kebiasaan buruk menjadi keindahan, kenyamanan dan kebersihan
Lingkungan

Merubah kebiasaan buruk menjadi keindahan, kenyamanan dan kebersihan


Redaksi Humas Publikasi Informasi DP2KBP3A Kota Sukabumi,

 Permasalahan sampah adalah masalah klasik yang pembahasannya seakan tidak ada hentinya seakan ini menjadi sebuah dilema di mana masyarakat terkadang menyadari atau tidak dari sebuah sampah kecil bisa mengakibatkan terjadinya ban jir yang luar biasa karena sebuah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang seolah menjadi sebuah hal biasa dan tidak berakibat fatal.

   pada kebanyakan kebiasaan masyarakat kita dihadapkan oleh sebuah hal yang dianggap biasa tetapi ini akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar terutama masyarakat, mungkin bagian sebagian masyarakat biasa ini akan dianggap sebuah hal yang lumrah dilakukan tiap hari, sebagai contoh  di kawasan perkantoran dan temapt kuliner yang berada dikawasan jl. kenari, disini masyarakat mungkin sebagin keciil menganggap hal biasa tetapi dampaknya merugikan semua,.

  ini berawal dari sebuah tempat penampungan sampah yang berada diwilayah jalan kenari. perlu saya sampaikan bahwa kontainer untuk menampung sampah ini terbatas sekali terutama dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dangan berbagai kendala dari mulai para petugas dan , atau juga dari oprasional kebersihan yang tentu sangat terbatas.

 adanya tempat sampah sementara ini terkadang overload karena kapasitas tidak memadai ketika sampah datang dari berbagai sumber. ini menjadi masalah atau juga polemik di masyarakat rata-rata masyarakat mengeluh dengan adanya kondisi sampah yang begitu banyak hingga mengakibatkan bau yang tidak nyaman terutama ketika musim kemarau tiba, sampah yang asalnya basah menjadi kering karena tercampur oleh berbagai macam sampah dan mengakibatkan bau yang menyengat, hal ini ternyata mengakibatkan rasa ketidak nyamanan dan keindahan kurang begitu menarik apalagi ketika posisi sampah yang di buang oleh warga tidak pada tempatnyaatu berserkan diluar kontainer.

 Ketika masalah sampah semakin membuat tidak nyaman baik masyarakat dan juga perkantoran juga kuliner merasa terganggu. melalui inisiatif dari kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi (yang kebetulan sampah berdekatan dengan kantor dalduk red-) Yadi Mulyadi, S.STP, M.Si, mengambil langkah tegas dengan memberlakukan sistem piket yang berg9ilir selama 1 jam sekali bergantian, tujuannya diantaranya kepada warga masyarakat yang membuang sampah bukan pada jam buang sampah (Jam 18:00 WIB-06:00 WIB) para petugas piket memberikan edukasi dan arahan supaya masyarakat lebih disiplin alhasil dalam waktu yang tidak lama selama 2 hari diberlakukan sistem piket untuk menjaga ketertiban masyarakat terutama pada jam buang sampah Alhamdulilah berhasil menekan pencemaran udara dan sampah yang melimpah/berserakan di luar kontainer tempat pembuangan sampah sementara (TPSS), ternyata kesadaran masyarakat sangat menyambut dengan baik, Kepala DP2KBP3A menyampaikan harapannya :

“diharapakan kegiatan piket sampah ini dapat menyadarkan masyarakat   untuk berprilaku lebih baik terutama dalam membuang sampah ke tempat yang sudah disediakan agar terlihat rapih dan nyaman juga indah”

kemudian Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi menyampaikan juga “ saya tidak bisa kerja sendiri tetapi harus ada dukungan dari OPD terkait dan bisa lebih bersinergi dan akan di dakana TIPTING (Tindakan Pidana Ringan) di tem[pat ketika masyarakat tidak bisa mematuhi aturan yang sudah berlaku, dan dihartapkan masyarakat tidak terlkena tipiring karena mereka sudah sadar sendiri dengan adanya keindahan knyamanan terutama di sekitar jalan kenari”. (HUPI,Heru)